Senin, 14 November 2016

SANCK NGANGETIN DI MUSIM HUJAN


GORENGAN CIAMIIIK...

ditemani rintik hujan, memang menyenangkan, namun juga membuat kita terkadang kedinginan. nah.. saat dingin-dingin gitu ngayalnya pasti makan yang panas atau minimal yang anget-anget, seperti bakso, mi ayam atau soto, tapi karna itu semua makanan berat dan tentunya butuh tenaga dan waktu untuk mendapatkannya (karna harus beli dan keluar lumayan jauh dari rumah), makanya lebih baik ngemil yang sehat dan enak, yang tentunya juga ngangetin. seperti yang satu ini. 
gorengan............ tapi gorengan yang ini beda lho....... gak percaya..... simak terus sampai akhir tulisan ini.




bagi sobat yang membaca blog ini, saya ingin berbagi resep dah... karna pelit ilmu rejeki jadi seret....

mulai dari bahannya ya... ada tepung tentu saja, telur, air, dan tambahan sayuran, seperti daun bawang, seledri, dan memakai bumbu seperti bawang putih, dan penyedap rasa, saya sih pakainya royco. dan yang paling utama adalah keju parmesan. yang semua bahannya sesuai selera, gak pake takaran yang rada pas gitu.




kekentalan adonan harus diperhatikan, tapi tetap sesuai insting juga.




setelah itu semua sayuran dimasukkan dalam adonan, dan icip-icip dikit biar tau apa aja yang kurang.












kayak sulap, atao fastmotion, langsung jadi dan udah diberi garnish aja. tadaaaaaa...... udah jadi gini nih,,,,,  

dari penampilan emang tidak begitu menarik yah, tapi soal rasa, boleh deh coba sendiri buat di rumah.









paling asyik, makan gorengan ujan-ujan paling yahud jika ditemani secangkir kopi panas atau teh panas atau sah juga susu panas. yummy....





kopinya bukan sembarang kopi juga, ada kopi jahe yang menghangatkan badan saat musim dingin tiba....









udah dulu yah semoga bermanfaat buat kalian yang pengen nyoba angetin badan tanpa harus keluar rumah ujan-ujanan membeli penganan, dan yang pasti lebih iriiiiiit dan terjamin kebersihan dan kualitas bahan-bahannya. kan sayang jika harus mengeluarkan duit banyak untuk beli makanan di luar rumah, yang belum tentu lebih sehat, seperti masakan hasil karya sendiri. karna tak sedikit juga temen-temen yang menderita sakit modern seperti kanker dan lainnya berawal dari perilaku hidup yang tidak sehat.... nah.. lho... mulai sekarang jaga terus kesehatan kita, karna menjadi lebih sehat lebih mahal daripada menjadi sakit.

see..ya..........

don't forget to visit my blog @lampaklampak.blogspot.com

TERIMA KASIH



Minggu, 13 November 2016

panorama dari bukit SELONG, Sembalun





sembalun merupakan salah satu destinasi wisata terpopuler yang ada di kabupaten LOMBOK TIMUR. bagaimana tidak, sembalun merupakan salah satu pintu masuk menuju gunung Rinjani. sembalun sendiri merupakan lembah atau tepat berada di kaki gunung Rinjani. 

kita mulai dari perjalannya dulu nih.. jika ke sembalun dalam musim hujan, siap-siap akan tersapu kabut tebal dengan jarak pandang tak lebih dari beberapa meter saja. itu sebabnya kita harus hati-hati. tuh liat, kabutnya sampai menyelimuti seluruh badan jalan yang ada di pusuk sembalun. 



jika dalam keadaan berkabut, otomatis tidak akan bisa menyaksikan panorama indah lembah sembalun dari pusuk. karna tertutup kabut semuanya.




nah.. nyampe di desa lawang, menuju bukit selong, terlebih dahulu kita akan melewati jalanan yang dikelilingi pohon-pohon bambu yang rimbun, yang sudah terpagari dengan rapi. rimbunan bambu ini biasa disebut sebagai kampu (dalam bahasa sasak)



dedauan kering yang jatuh sengaja dibiarkan warga setempat, karna dimanfaatkan nantinya sebagai pupuk kompos. dan biasanya dimakan pula oleh ternak mereka.




setelah menemukan kampung, yang di dalamnya terdapat koplek rumah adat sembalun lawang, ketemulah tempat parkir motor ini. 







tinggal berjalan di atas rabat jalan yang sudah ada, sejauh tak lebih dari 100 meter dari parkiran, kita sudah tiba di bukit Selong. 




namun sebelum tiba, mata akan disuguhi dulu pemandangan berupa deretan rumah adat, atau yang biasa disebut bale balak oleh warga setempat. 



\






setelah tiba di penghujung rabat jalan, ketemulah anak-anak tangga ini, yang merupakan pijakan menuju bukit SELONG.



satu..dua..tiga..hap..hap.. sambil olahraga sambil bergurau tak terasa udah nyampe deh di ujung anak tangga teratas. tapi dulunya, beberapa tahun lalu, saat pertama kalinya saya datang ke tempat ini, masih belum ada anak tangganya, jadi masih manual naik bukitnya, melewati jalur yang dilewati hewan ternak yang mencari makan di atas bukit.




dari atas bukit, juga terlihat bukit-bukit lainnya yang berbaris, yang di lerengnya terdapat beberapa hewan ternak yang merumput. tapi kayaknya dalam foto ini kurang jelas yah.. maklum kamera hp biasa, jadi nggak bisa terlalu fokus zoom in nya.


tuh .. yang ini udag agak mendingan, keliatan dikit sapi-sapinya.




nah ini dia nih, view point dari bukit SELONG. sebenarnya gak beda tipis ama view dari bukit PERGASINGAN, hanya saja yang dari sini versi lebih rendahnya. karna obyeknya sama-sama petakan sawah yang ada di lembah ini. 


karna berawan dan baru reda hujan, maka langit pun masih bermuram, yang alhasil, cermin atau refleksi langit dan bukit yang ada di sekelilingnya, tak tampak jelas di petakan sawah berair ini. namun tak menurunkan kadar eksotismenya lho..




di bawahnya, sebelah kiri tuh, atap-atap rumah adat sembalun lawang, tampak berjejer rapi membentuk lajur. yang di atasnya terdapat petakan lahan tempat menanam strawberry.






nah.. jika kesini tak afdol jika tak cekrek-cekrek, abadikan moment. dingin-dingin, cekrek-cekrek, hadoooh,,, sempurna hidup ini.



tak lupa foto narsis.... wkwkwkwkwk








yah.... itulah sepenggal cerita dari bukit SELONG, semoga bermanfaat dan menjadi referensi destinasi wisata kalian ya....

jangan lupa kunjungi blog saya, @lampak_lampak.blogspot.com

nantikan cerita lainnya ya sobat blogger............


Rabu, 02 November 2016

JAJE TUJAK vs POTENG



mengawali tulisan ini, saya cuma ingin kasi tau kalo jajanan yang ini, favorit keluarga kami. 
jika merasa kanak sasak/ orang lombok, jangan sampai tidak kenal jajanan tradisional ini ya.... 
okey, duduk manis, bisa juga sambil berdiri, ato sambil ngerjain yang lain, simak baik-baik ya, ulasan yang satu ini.

jika peringatan hari besar keagamaan, misalnya saja maulid atau isra' mi'raj, atau lebaran, jajanan ini pasti kita jumpai di setiap suguhan di rumah-rumah, apalagi di desa kami, desa LEPAK, kecamatan SAKRA TIMUR, lotim. 

JAJE TUJAK vs POTENG, menjadi penganan penghias meja tamu atau berugak disamping jajanan khas lainnya, seperti rempeyek, keciput, jaje gabus, laderan/roti goreng, kaliadem, dan masih banyak yang lainya. (namun tidak saya ulas disini semuanya, nanti ada segmen khususnya di ulasan berikutnya, so... tetep pantengin blog saya ya.. @lampaklampak.blogspot.com).

jaje tujak adalah jenis penganan khas lombok yang disebut juga uli di daerah lain yang terbuat dari beras ketan.
poteng adalah teman makan jaje tujak/uli ini, yang disebut juga tape ketan (adapula tape singkong), yang bahannya ketan yang sudah difermentasi.




pertama-tama, bahan-bahan yang sudah disiapkan seperti ketan putih yang sudah direndam beberapa jam, parutan kelapa yang sudah dibuang kulit arinya(biar warnanya putih bersih), dan sedikit garam, dikukus menggunakan penanak nasi tradisional ini (istilah di desa LEPAK : pemongkang, mungkin istilah di tempat kalian beda-beda, yang jelas maksud dan kegunaannya sama aja ya..). 




oya... jika ingin mendapatkan aroma jajan yang khas, pembakaran sebaiknya menggunakan media tungku kayu bakar yang masih tradisional ini. dan yang paling penting, penanak nasinya dilapisi menggunakan daun pisang agar aroma daunnya terasa nyeeees saat digigit.




selang berapa lama pengukusan, minimal sampai tutup pemongkangnya mengeluarkan asap, itu artinya jaje tujak sudah siap untuk melakukan proses selanjutnya. yakni ditumbuk.

penumbukan ini menggunakan media ember plastik (dulunya pake alu dan lumpang, namun karna lengket dan banyak yang nempel di lumpang dan alunya, jadinya pake alat yang ini deh). semua alat penumbuk ini dilapisi plastik, agar tidak lengket, karna sifat dari ketan itu kan lengket yah guys. 

okey lanjut lagi, setelah jaje tujaknya dirasa lembut maka dapat diangkat, dan diletakkan di atas wadah datar, yang dilapisi daun pisang untuk menjaga aroma dan kelembabannya.








setelah dibentuk (biasanya bentuknya bulat), maka langsung akan diletakkan daun pisang yang telah disobek sebagai penutupnya, ini kata orangtua menjaga agar tidak dikerubungi lalat dan aroma juga lebih enak.




seperti ini nih banyaknya, jika lebaran atau sukuran. 




semua orang suka makan ini, mulai dari anak-anak, sampai orang tua, dari segala kalangan, bahkan para pendatang juga sangat tertarik cita rasa jaje tujak dan poteng ini.








segitu aja dulu yah infonya sob, next saya bagi yang lain ya.....
tetep lestarikan budaya, kekayaan kuliner dan tradisi yang kita punya, dan bangga akan khasanah yang berlimpah ini.

visit my blog @lampaklampak.blogspot.com

salam lestari.............//

Selasa, 01 November 2016

BUNCIS GORENG, CEMILAN KHAS SEMBALUN



siapa yang tak kenal buncis. ayo coba angkat tangan kalian.............
hehehe.... buncis yang berasal dari bahasa Belanda yaitu BOONTJES , merupakan sejenis polong-polongan yang dapat dimakan dari berbagai kultivar Phaseolus vulgaris. Buah, biji, dan daunnya dimanfaatkan orang sebagai sayuran. Sayuran ini kaya dengan kandungan protein. Ia dipercaya berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

nah..... di kabupaten L0MBOK TIMUR, khususnya di daerah sembalun, buncis menjadi salah satu potensi pertanian mereka, selain sayur-sayuran seperti wortel, kentang, dan aneka tanaman hortikultura yang lainnya. saking banyaknya produksi buncis di wilayah lembah rinjani ini,masyarakat mengolahnya tak hanya menjadi bahan campuran sayur soup untuk buncis mudanya, tetapi juga di olah menjadi cemilan/ snack yang rasanya dijamin bikin nagih....




biji buncis muda (teksturnya lebih empuk) maupun yang tua (teksturnya lebih keras) dikeluarkan dari kulit pembungkusnya. 




lalu sambil bercengkrama di teras atau di halaman rumah, mereka membuang kulit ari atau melubangi sedikit kulit ari biji buncis, dengan tujuan agar saat di goreng buji buncis tidak meletup. 




setelah semua selesai dibersihkan, lalu buncis di goreng dalam minyak yang cukup panas. karna jika minyak gorengnya tidak terlalu panas, maka buncis akan cepat melempem, dan memiliki kandungan minyak yang cukup banyak.




setelah matang, yang ditandai dengan kulit ari buncis yang mengelupas dan terpisah dari bijinya, langsung aja tuh ditiriskan.








untuk selanjutnya, diberi bumbu penyedap. biasanya warga setempat enggan berbagi resep bumbu ini, namun dengan pendekatan dan teknik bertanya yang cukup dramatis, akhirnya tau juga resep rahasianya, yang mana akan saya bagi (itung-itung sebagai amal jariyah.... amiiiiin). resep bumbunya simple aja kok, hanya bawang merah dan bawang putih diiris ditambah garam dan gula sedikit aja, lalu bawang putih dan bawang merah digoreng. setelah matang dicampur dengan garam dan gula untuk digiling dalam cobek batu. setelah itu taburin deh ke buncisnya selagi hangat biar rasanya meresap.











langsung dapat dinikmati deeeeh........... apalagi ujan-ujan, cuaca dingin sembalun, menjadikan hidangan ini menu favorit jika bertamu di rumah warga. 




ditemani secangkir kopi atau teh panas, rasanya kebahagiaan dunia lengkap sudah(lebay dikit aaaah..). ditambah lagi ngobrol dengan kawan dan sanak sodara.




















jika ingin dibawa sebagai oleh-oleh, bisa juga dibeli di warung atau kios-kios warga setempat. basanya mereka menjual buncis yang sudah dikemas. ada yang seharga seribu, 2 ribu, 5 ribu, bahkan ada yang menjual kiloan. atau jika berwisata ke kawasan pusuk sembalun, para pedagang kopi juga biasanya menyajikan buncis goreng ini. jadi tunggu apalagi, kenali dan nikmati suguhan dari daerah kita ya guys..............// salam lestari.....



nantikan ulasan berbagai hasil rekam jejak perjalanan kuliner dan wisata saya, hanya di blog @jejakku83 .... trimakasi...